mari berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua...
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 September 2010

Proses Pembayaran Samsat di Tabanan

Setiap tahun tentunya kita sebagai pemilik kendaraan, wajib melakukan pembayaran pajak atas kendaraan yang kita miliki. Bila tidak dibayar nanti bisa kena denda lho....
:puppyeyes: Dendanya juga nggak tanggung-tanggung, setelah saya cek hampir 20% dari jumlah biaya pajak yang dikenakan (karena dulu saya pernah mengalaminya...hehhehe). Selain kena denda, klu tidak dibayar, kita kemana-mana jadi takut ama pak polisi, trus pas mau jual kendaraan yang kita punya kan harus di urus juga tuch pajaknya. Andai yang beli orang nya nggak tau kita nggk bayar pajak sie nggk masalah. Tapi kan nggak baik kan...

Asal surat-surat lengkap lebih baik kita urus sendiri, daripada cari calo, atau bayar petugas buat ngurusin, lebih murah sekaligus kita jadi tahu prosesnya gimana (nambah ilmu gtu lho)

Apa saja yang perlu dibawa??


  1. STNK
  2. KTP asli pemilik kendaraan
  3. BPKB
itu aja koq, kita uda bisa ngurusnya sendiri.

Trus surat-suratnya diapain ?
  1. Ketiga surat tersebut kita fotokopy dulu, dikantor samsat uda tersedia loket fotocopynya. kemudian kita simpan baik-baik, KTP dan BPKB yang asli, karena yang disetor cuma STNK asli dan fotokopy semuanya. Inget bayar ya!! cuma 1000 koq...
  2. Kemudian kita pergi ke loket pendaptaran, yang letaknya paling pojok, 2 loket ke utara dari tempat fotocopy tadi. Disini kita dikasi map, trus bayar deh..Dulu sepeda motor bayar 10 ribu, mobil 15 ribu (klu nggak salah ya), trus kita dikasi petunjuk deh sama petugas disuruh ke loket 1, loket pendaptaran dilantai 2.
  3. Kita naik tangga lho, karena kantor samsat Tabanannya bertingkat...hihihi... Loket yang kita cari adalah yang palingggggg timur, nah kita setor deh Map yang berisi STNK dan photocopy tadi. Kita akan dikasi nomor antrean...(disimpen dan diinget baik-baik ya nomornya, klu dipanggil biar langsung kita maju)
  4. Menunggu..kita tunggu sampai nomor kita dipanggil, klu uda dipanggil dan ditentuin diloket mana kita bayar deh pajak nya, inget sediain duit ya...(pembayarannya biasanya nggak jauh beda koq sama setahun lalu, baiknya kita sediain duit melebihi yang tertera di teks STNKnya, sapa tau ada kenaikan pajak) disini kita dikasi slip pembayaran besarnya kita bayar pajak.
  5. Abis bayar kita menunggu lagi deh . . . .:sweaty:...capek ya....hehehehe, nah setelah kita dipanggil, kita maju ke loket yang paling barat, disana tempat kita mengambil STNK baru kita setelah kita bayar pajak..disana slip pembayarannya kita tukar dengan STNK yang teksnya pembayaran pajak baru...
  6. Selesai deh...Mudah Bukan....sebelum pulang inget cek lagi, apa bener itu STNK kendaraan kita? cocokkan nama pemilik, dan masa berlakunya (seharusnya nambah...kan uda dibayar)kikiki....
begini nie suasana di kantor Samsat Tabanan :


Lanjut membaca “Proses Pembayaran Samsat di Tabanan”  »»

Selasa, 17 Agustus 2010

Keuntungan Menjadi Makelar (Properti/Tanah)

1. Relatif Enggak Pake Modal
Pernah tahu nggak berapa modal yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah toko roti? Sekitar Rp 40 juta. Kalau buka toko kelontong: Rp 60 juta - 150 juta. Nah, sekarang berapa sih modal yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang Broker Properti?

Pada beberapa kantor mungkin enggak perlu modal. Tapi di beberapa kantor lain, ada yang mensyaratkan sedikit investasi awal untuk pendidikan dan keperluan kantor, yaitu sekitar Rp 1-2 juta. Enggak mahal sih kalau dibandingkan dengan modal buka toko roti dan toko kelontong.

Meski Anda bukan pemilik usaha ini, tapi profesi Anda Anda sebagai seorang profesional. Jadi kekayaan ilmu sebagai broker jauh lebih mahal dibandingkan dengan pemilik toko-toko tersebut.

2. Tidak Terikat Waktu.
Pernah nggak membayangkan kalau Anda bisa masuk dan pulang kantor kapan? Bahkan dengan kebebasan untuk bisa masuk kantor kapan saja kita perlu dan kapan saja kita butuh? Nah, ini enaknya jadi Broker Properti. Pada bisnis ini, Anda tidak akan pernah diikat oleh waktu. Memang sih pada beberapa kantor broker Anda mendapat jatah waktu piket untuk sekadar jaga kantor. Tapi itu juga enggak mutlak kok. Kalau enggak mau juga nggak masalah. Yang penting dari bisnis ini adalah produktivitas kita untuk dapat mencari barang jualan, dalam hal ini berarti properti yang akan dijual seperti tanah, rumah, ruko atau apartemen.

Selain barang jualan, kita juga perlu untuk mendapatkan pembeli. Nah kalau kedua hal tersebut bisa kita lakukan, enggak ke kantor juga enggak masalah kok. Jadi kalau kita mau kerja sambil bisa tetap menjemput anak ke sekolah, tetap bisa nonton gosip atau telenovela, dan nggak akan kena macet di pagi hari, maka menjadi Broker Properti adalah pekerjaan yang pas buat Anda.

3. Penghasilan yang Adil dan Tinggi.
Pernah enggak ngerasain sudah kerja berat tapi gaji enggak nambah-nambah? Malah kadang merasa rugi karena temen yang kerjaannya lebih rnggak jelas kok bisa dapat gaji. Lebih tinggi lagi. Enggak adil kan rasanya?

Nah, di bisnis ini tidak seperti itu. Memang sih, sebagai seorang broker properti, di atas kita pasti ada seorang leader atau senior. Tapi mereka biasanya tidak mendapatkan gaji dari pendapatan kita. Kecuali kalau Anda meminta bantuan mereka atau mendapatkan prospek yang mereka pegang.

Sekarang, berapa sih penghasilan seorang broker? Dalam bisnis ini biasanya penerimaan yang didapat adalah berdasarkan persentase komisi. Pada beberapa kantor, komisi diperoleh dari penjual. Tapi ada juga broker yang mensyaratkan agar pembeli juga memberikan komisi. Apa enggak asyik tuh bisa dapat dari dua pihak? Memang berapa besar sih komisinya? Rata-rata sih sekitar 1.5% - 3% dari harga transaksi. Makin besar harga properti yang terjual mungkin bisa makin kecil prosentase komisinya. Jadi kecil dong?

Enggak juga. Kalau Anda bisa menjual rumah di BSD atau Karawaci yang seharga Rp 1,5 miliar, komisi 1% saja yang Anda dapatkan adalah Rp 15 juta. Bayangkan kalau Anda berhasil menjual rumah di Pondok Indah yang ditawarkan dengan harga Rp 3 miliar. Menggiurkan kan?

4. Banyak Relasi
Pekerjaan ini juga tepat lo untuk mereka yang senang bergaul dan bersosialisasi. Pada intinya pekerjaan ini hanya butuh banyak teman dan relasi. Makin banyak teman dan relasi maka makin mudah pekerjaan ini dilakukan. Adanya kekuatan relasi juga membuat Anda dapat dengan mudah berperan sebagai penghubung antara pihak pembeli dan penjual. Bahkan banyaknya relasi dapat membuat Anda bisa mendapatkan komisi tanpa harus menjadi broker. Lho, kok bisa? Begini caranya: Kalau teman Anda memiliki prospek yang ingin menjual rumah dan Anda memiliki prospek yang ingin membeli rumah yang kriterianya sesuai dengan kriteria penjual maka komisi yang diterima oleh teman Anda akan dibagi dua. Begitu pula sebaliknya. Gimana, asyik kan? Dimana lagi cuma dengan berteman bisa dapat uang? Ya enggak?

Ya, bekerja sebagai broker memang kayanya gampang dan menyenangkan. Tapi seperti juga pekerjaan-pekerjaan lainnya, profesi ini juga menuntut kita untuk tetap bekerja keras dan berdisiplin tinggi. Mengingat penghaasilan yang berupa komisi, maka makin banyak penjualan yang dilakukan maka akan makin tinggi pula komisi yang diperoleh. Jadi, kenapa Anda tidak mencoba untuk memulainya sekarang?

sumber: perencanakeuangan.com

Lanjut membaca “Keuntungan Menjadi Makelar (Properti/Tanah)”  »»